Banyak harta tentulah sangat membanggakan, membahagiakan dan memuaskan. Terlebih kita dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Atau bahkan lebih dari sekedar memberi kebutuhan.

Banyak orang begitu bangga dengan harta yang diperoleh, namun banyak pula yang tidak berpikir mengenai pertanggungjawabannya. Dari mana harta tersebut diperoleh serta dibelanjakan untuk apa harta tersebut.

Membaca kisah seorang yang tertolak do’anya, hanya karena tanpa sengaja memakan buah kurma yang tercecer ketika membeli kurma sungguh membuat saya tersadar. Sesuatu yang menurut saya terlihat sepele namun sanggup membuat sebuah do’a tertolak atau tidak di kabulkan.

Orang tersebut sampai berusaha kembali kepada orang tua penjual kurma tersebut. Namun malang,  orang tua tersebut telah meninggal dunia. Beruntung orang tersebut dapat menemukan anak dari orang tua tersebut.

Namun,  tidak mudah untuk memutuskan rido atau tidak terhadap kurma yang telah dimakan orang tersebut. Anak-anak orang tua tersebut sampai harus rapat Keluarga untuk memutuskan ikhlas dan rido terhadap sebiji kurma yang tercecer yang telah dimakan oleh orang tersebut tanpa sengaja !

Wah,  bagaimana dengan harta hasil korupsi,  mencuri,  menipu,  uang pungli,  uang sogokan, uang pelicin dan membungakan uang???  Betapa sia-sianya do’a yang dipanjatkan.  Bagaimana tidak?  Sebiji kurma saja dapat membuat do’a tertolak! Yang pasti,  Semua itu akan diperhitungkan kelak!

Apakah anda pernah mendengar kisah seorang raja kaya yang jika dia meninggal,   raja tersebut ingin ditemani oleh anaknya didalam kubur selama 40 hari!.

Namun sayang, semua anaknya tidak ada yang mau menemani. Padahal orang tuanya akan memberikan sebagian hartanya bagi anaknya yang mau menemaninya di dalam kubur selama 40 hari.

Akhirnya digelar sayembara kepada rakyatnya. Hadiahnya sama,  raja tersebut akan memberikan sebagian hartanya bagi mereka yang bersedia menemaninya dalam kubur ketika dia meninggal.

Akhirnya terpilihnya seorang tukang kayu untuk menemani sang raja menemani dalam kubur jika raja tersebut meninggal.

Singkat cerita,  raja tersebut meninggal dan tukang kayu itu menemani sang raja selama 40 hari dengan hanya membawa sebuah kapak.

Ketika malaikat munkar dan nakir datang untuk bertanya kepada raja tersebut. Malaikat mungkar dan nakir malah menghampiri sang tukang kayu tersebut.

“Sedang apa kamu disini? ” Malaikatpun bertanya.  Sang tukang kayu menjelaskan bahwa dia sedang menemani sang raja selama 40 hari.

Hari kedua,  malaikat bertanya tentang pekerjaan tukang kayu tersebut.

Hari ketiga malaikat bertanya tentang asal-usul kapak. Darimana kapak tersebut diperoleh.

Hari keempat, malaikat bertanya digunakan untuk apa kapak tersebut?

Hari kelima malaikat bertanya pohon yang mana yang telah ditebang si tukang kayu tersebut.

Hari keenam,  malaikat bertanya dijual kemana kayu-kayu tersebut.

Hari ketujuh malaikan bertanya dipakai untuk apa hasil penjualan kayu tersebut.

Hari kedelapan sampai hari keempat puluh malaikat masih bertanya tetang kapak tersebut!

Pada hari ke empat puluh,  tukang kayu itu keluar dan orang-orang yang telah menunggu di luar bertanya apa yag terjadi didalam kubur?

Sang tukang kayupun berkata,  “Silahkan ambil harta jatahku. Aku tidak mau memperolehnya! “. Orang-orangpun keheranan dengan jawaban tukang kayu tersebut. Mereka bertanya “mengepa engkau tidak mau, wahai tukang kayu? Bukankah harta untukmu sangat banyak! “.

“Aku tidak mau,betapa beratnya mempertanggungjawabkan harta itu! “. Betapa tidak,  malaikat bertanya kepadaku selama 40 hari tentang asal-usul sebuah kapak kepunyaanku, sepertinya aku tak akan sanggup menjawabnya dengan harta sebanyak itu! ”

Marilah untuk selalu berhati-hati, sekecil apapun harta kita pasti akan dimintai pertanggungjawabannya kelak. Mampukan kita menjelaskan keseluruhan harta yang telah diperoleh?…. Hanya hati nurani kita yang sanggup menjawabnya. Semoga nurani kita sanggup menjawabnya. Aamiin..

Thanks…Arigatoooo..

By : Didin S Winata

Share Button
http://publicspeaking.co.id/wp-content/uploads/2017/06/kurma-1024x614.jpghttp://publicspeaking.co.id/wp-content/uploads/2017/06/kurma-150x150.jpgAdminGeneral CommunicationBanyak harta tentulah sangat membanggakan, membahagiakan dan memuaskan. Terlebih kita dapat memenuhi kebutuhan keluarga. Atau bahkan lebih dari sekedar memberi kebutuhan. Banyak orang begitu bangga dengan harta yang diperoleh, namun banyak pula yang tidak berpikir mengenai pertanggungjawabannya. Dari mana harta tersebut diperoleh serta dibelanjakan untuk apa harta tersebut. Membaca kisah seorang...website pembelajar public speaking indonesia