Buzz Aldrin di BulanKetika Anda berada di depan audiens untuk berbicara mengenai topik apa pun, ingatlah prinsip penting ini: hubungan antara bagaimana perasaan Anda ketika Anda berdiri di depan sekelompok orang dan bagaimana perasaan sekelompok orang itu tentang Anda sebagai pembicara mereka, bisa diibaratkan dengan hubungan antara astronot di bulan dan para pengamat di dalam ruang control di bumi.

Pertama, Anda perlu memahami bahwa waktu terasa berbeda selama seorang Pembicara  berdiri di podium (ibaratnya di bulan) dibandingkan dengan waktu yang dirasakan orang-orang di kursi audiens (di ruang control). Di bulan, sebuah jeda terasa seperti keabadian. Tetapi di ruang control, hal itu seperti waktu yang sebenarnya: sebuah jeda yang berlangsung selama beberapa detik. Tidak ada masalah besar. Dan hal itu membuat orang-orang di ruang control menjadi kembali memperhatikan Anda manakala pikiran mereka mulai menyimpang.

Di bulan, Anda tergoda untuk mengisi kekosongan waktu tersebut dengan banyak kata-kata. Sebuah uraian panjang bagi Anda terasa seperti menerangkan seluruh point yang relevan. Tetapi kembali di ruang control, sebuah uraian panjang, ya terasa seperti itu, sebuah uraian yang panjaaaang sekali!

Ketika Anda membuat sebuah kekeliruan di bulan, Anda merasa seolah-olah setiap orang mengamati, dan rasanya kekeliruan Anda sangat mempengaruhi misi. Tetapi di ruang control, mereka tidak memperhatikannya dan misi tetap berjalan sesuai rencana yang sudah ditetapkan.

Anda menjadi tegang ketika akan keluar dari pesawat dan melakukan perjalanan di atas bulan. Maklum, bulan bukanlah wilayah yang familiar untuk Anda. Tetapi sekali Anda mencoba, Anda kemudian akan menjadi rileks dan makin lama semakin nyaman.

Kembali di ruang control, mereka benar-benar tidak mengerti kalau Anda sedang tegang, dan biasanya, mereka baru tahu bahwa Anda tegang ketika Anda mengatakannya kepada mereka sesampainya Anda di bumi, “Saya sangat tegang!” Dengan kata lain, ruang control hanya tahu apa yang Anda beritahukan kepada mereka.

Di bulan, Anda cenderung sangat fokus pada fakta dan ingin orang-orang di bumi mengetahui setiap detail kecil yang ada. Sementara itu, yang ada di ruang control adalah para pemimpi dan menanti untuk mendengar cerita-cerita yang menggembirakan dari Anda. Karena itulah mereka terus menatap Anda.

Di bulan, Anda cenderung merasa dinilai dan dievaluasi. Sebab itu Anda jadi merasa sendirian dan susah dimengerti. Padahal di ruang control, audiens sangat berharap pada Anda. Mereka ingin melihat Anda berhasil karena mereka tahu bahwa dalam kenyataannya, Anda saat ini tengah merepresentasikan kemampuan dan keberhasilan yang mereka impikan akan mereka raih di masa mendatang. Mereka ingin suatu hari bisa berjalan di bulan, dan berharap orang-orang lain akan memuja dan bermimpi ingin seperti mereka.

Ketika Anda bisa melakukan sesuatu, mereka pun berharap bisa melakukannya juga seperti Anda..

Salam Cemerlang,

frans budi

 

Sumber: buku “The 7 Principles of Public Speaking”, Richard Zeoli.

Share Button
adminGeneral Communicationpublic speaker,public speaking principles,public speaking tipsKetika Anda berada di depan audiens untuk berbicara mengenai topik apa pun, ingatlah prinsip penting ini: hubungan antara bagaimana perasaan Anda ketika Anda berdiri di depan sekelompok orang dan bagaimana perasaan sekelompok orang itu tentang Anda sebagai pembicara mereka, bisa diibaratkan dengan hubungan antara astronot di bulan dan para...website pembelajar public speaking indonesia