oleh: FBS

Pembicara pemula umumnya menghindari adanya sesi tanya-jawab. Mereka kuatir kalau-kalau tidak mampu menjawab salah satu atau beberapa pertanyaan yang diajukan oleh audiens, sehingga mereka merasa akan kehilangan harga diri dan wibawa.

tanyajawab

Padahal, tidak tahu jawaban dari satu dua pertanyaan adalah hal yang wajar saja. Yang terpenting adalah bagaimana cara menjawabnya. Tentu tidak boleh bersikap sok tahu, dan juga tidak boleh bersikap polos dengan mengatakan tidak tahu. Ada strateginya, sebagaimana akan dipaparkan di bagian ini.

Bagi Pembicara berpengalaman, sesi tanya-jawab adalah kesempatan yang mengasyikkan selain memberi manfaat bagi kedua pihak, baik Pembicara maupun Audiens.

Apa saja manfaatnya?

Pertama, sebagian audiens hadir mengikuti sesi Anda tentulah ingin mendapatkan solusi atau jawaban spesifik atas problem yang sedang mereka hadapi. Sesi tanya jawab menjadi sarana untuk membantu audiens memenuhi kebutuhan ini. Bayangkan betapa kecewanya mereka ketika sampai sesi Anda berakhir, mereka tidak diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan yang mereka sudah siapkan.

Kedua, dengan adanya pertanyaan dari audiens, Anda sebagai pembicara menjadi dapat mengukur minat dan daya serap audiens terhadap materi yang Anda bawakan. Banyaknya pertanyaan menunjukkan minat yang tinggi dari audiens. Tetapi pertanyaan yang kontektual dan tidak melebar atau bahkan ngawur menunjukkan seberapa akurat mereka menyerap dan memahami pesan yang Anda sampaikan.

Ketiga, jika ada pertanyaan yang bersifat menggugat atau mempertanyakan, bukankah ini berarti Anda sebagai Pembicara mendapatkan pengayaan atau insight baru dari audiens anda secara cuma-cuma? Dan menghadapi pertanyaan gugatan semacam ini, Anda dan si penanya tidak harus memilih dan menyepakati salah satu pendapat. Anda dan penanya dapat memilih untuk saling tidak sepakat tanpa harus saling merendahkan.
Dengan kata lain, sepakat untuk tidak sepakat.

Keempat, sesi tanya-jawab menjadi kesempatan bagi Anda untuk semakin menunjukkan kepakaran atau keahlian Anda terkait topik yang Anda bahas. Untuk mendapatkan kesan ini, dalam proses persiapan materi Anda butuh memperkirakan pertanyaan-pertanyaan yang akan muncul dan merangkai jawaban terbaik untuk setiap pertanyaan tersebut. Dengan demikian, ketika pertanyaan yang sama dengan yang Anda siapkan ternyata terlontar dari mulut audiens, maka Anda dapat menjawab secara ‘pakar’.

Kelima, sesi tanya jawab membuat interaksi antara Anda sebagai Pembicara dengan audiens menjadi lebih spontan, tak terstruktur, informal dan hasilnya Anda dengan audiens mudah menjadi akrab.

Keenam, sesi ini juga dapat menjadi penyeimbang waktu jika presentasi Anda terlalu cepat dari batas waktu yang diberikan oleh Panitia.

Terakhir, sesi yang bagi sebagian Pembicara sangat menantang bahkan mungkin menakutkan ini dapat Anda bayangkan sebagai sarana untuk Anda melatih dan meningkatkan kemampuan berempati, berpikir cepat, merapport dan juga membuat framing. Aspek-aspek yang menjadi faktor kunci untuk menjadi Pembicara yang sukses.

Jadi, sadari bahwa sesi tanya-jawab adalah ajang latihan yang sangat efektif untuk Tingkatkan Kapasitas Anda sebagai Pembicara Profesional.

————————————————

Saduran dari buku Diana Booher, Speak with Confidene! (2003)

NEXT: STRATEGI MENGIDENTIFIKASI & MENGHADAPI ANEKA PERTANYAAN YANG MENJEBAK

Share Button
http://publicspeaking.co.id/wp-content/uploads/2016/10/tanyajawab.jpghttp://publicspeaking.co.id/wp-content/uploads/2016/10/tanyajawab-300x300.jpgAdminPresentation Skilloleh: FBS Pembicara pemula umumnya menghindari adanya sesi tanya-jawab. Mereka kuatir kalau-kalau tidak mampu menjawab salah satu atau beberapa pertanyaan yang diajukan oleh audiens, sehingga mereka merasa akan kehilangan harga diri dan wibawa. Padahal, tidak tahu jawaban dari satu dua pertanyaan adalah hal yang wajar saja. Yang terpenting adalah bagaimana cara...website pembelajar public speaking indonesia