berkata-jujurSebuah hal yang sederhana dalam berkomunikasi, namun sering kali orang mengabaikan dan banyak membuat kesalahan. Disadari ataupun tidak disadari, kita layaknya orang yang mengabaikan udara, padahal kita tidak akan mampu bertahan tanpa udara hanya dalam lima menit. Apakah hal yang kita abaikan dalam berkomunikasi itu? Jawabnya adalah: Gerak tubuh dan ekspresi. Gesture dan posisi duduk maupun berdiri kita. Masih banyak dari kita dalam berkomunikasi mengandalkan kata-kata. Ini tidak efektif! Ini tidak effisien.Bayangkan anda berjumpa dengan penduduk pribumi yang primitif. Anda tidak mengenal bahasa mereka, dan merekapun tidak paham apa yang anda ucapkan. Apa yang akan anda gunakan? Ya betul! Ekpresi wajah, gerak tubuh. Bukan deretan kata-kata. Jadi gunakanlah bahasa tubuh anda untuk berkomunikasi dalam dunia kerja dengan baik. Komunikasikan diri anda melalui gerak tubuh yang baik. Terbuka, ramah dan tidak meremehkan. Selain itu kekuatan rekam informasi visual (gambar) jauh lebih kuat dari auditorial (suara). Orang akan jauh lebih ingat dan melekat dalam benak pikiranya tentang wajah ramah anda, ketimbang deretan kata-kata manis yang anda ucapkan. Bukan berarti tutur kata tidak penting, namun dalam pikiran manusia jauh lebih cepat menangkap informasi yang bersifat visual. Bahkan, orang sangat sering menilai dari tampilan luarnya, karena memang dalam proses pikiran manusia ada yang disebut mind-shortcut (jalan pintas pikiran). Apa yang sekilas dilihat, bisa memberi arti yang banyak. Oleh sebab itu berhati hatilah dengan kesan pertama. Tidak ada kesempatan kedua untuk kesan pertama. Gerak tubuh bisa mengkomunikasikan banyak hal. Misalnya saja tentang semangat, wibawa, kecerdasan, kepedulian, bersahabat, ramah, menerima, meremehkan, mengacuhkan, tidak menganggap, sombong, arogan, sok tahu, bebal, melawan, penakut, dan banyak lagi informasi yang bisa ditangkap langsung dengan cepat melalui pandangan sekilas gerakan tubuh anda. Hanya dalam hitungan detik. Waspadalah! Seorang customer akan merasa dilayani dengan baik atau tidak, cukup dalam detik-detik pertama sebelum ada sepatah katapun terucap. Posisi anda menyambut mereka, reaksi anda, tatapan mata anda, senyum anda, pergerakan anda dari posisi pertama ke posisi kedua. Cara anda duduk. Sungguh keahlian anda memainkan gerakan-gerakan tubuh anda adalah sebuah sarana berkomunikasi yang luar biasa. Gerakan tubuh sangat efektif. Celakanya gerakan tubuh ini sangat sulit dimanipulasi. Ekspresi dan gerak tubuh benar-benar mencerminkan apa yang ada dalam diri anda. Sering sekali sebuah kebohongan bisa dideteksi dari gerak tubuh dan pergerakan mata. Jadi jika anda ingin memiliki kemampuan berkomunikasi dengan gerakan tubuh, maka ada syarat yang tidak boleh anda lupakan. Anda benar-benar harus tulus. Jika anda ingin mengkomunikasikan sebuah kejujuran, maka anda harus jujur. Jika anda ingin terlihat menghargai, maka anda benar-benar harus menghargai orang yang anda ajak berkomunikasi. Lalu bagaimana caranya? Ya sebaiknya anda mulai dari sini. Mulailah belajar tulus, mulai belajar jujur. Kalau anda ingin terlihat menghargai atasan anda, maka anda harus mencari hal-hal baik dari atasan anda yang bisa menjadikannya anda menghargai atasan anda. Jika anda menaruh respek dan kekaguman pada atasan anda, maka gerak dan expresi anda akan otomatis menunjukan rasa hormat anda pada atasan anda. Jadi kejujuran merupakan landasan dari sebuah komunikasi yang baik. Komunikasi yang efektif dan efisien, karena sangat sulit menyembunyikan sesuatu bahkan hampir tidak mungkin, apalagi pada orang orang yang lebih berpengalaman dan memiliki keahlian soal kebohongan. Saya akan memberikan satu tip sederhana yang bisa membuat anda tidak menemukan banyak kesulitan dalam berkomunikasi dengan siapapun. Tip itu adalah sebuah kalimat yang harus selalu anda ingat, ketika anda sedang berkomunikasi. “Anda berbicara dengan human” Ingat ! Anda sedang berbicara dengan manusia. Siapapun mereka, baik atasan maupun bawahan bahkan pembantu anda di rumah. Satu hal yang harus selalu anda ingat. Anda berbicara dengan manusia. Jika anda ingin memahami manusia, maka mulailah memahami diri anda. Apa yang anda senang, perlakuan bagaimana yang membuat anda semangat, perkataan dan perbuatan apa yang membuat anda kesal dan malas atau bahkan marah. Kenali diri lebih baik, dan perlakukan siapapun dengan hal hal yang membuat mereka merasa nyaman, senang, tidak tertekan, tidak dilecehkan, merasa diperhatikan dan dihargai. Berkomunikasilah dengan ekspresi dan gerakan tubuh yang baik. Jika anda berhasil dengan ini, maka anda bisa mulai dengan intonasi dan penyusunan kalimat-kalimat yang efektif. Pemilihan kata-kata (diksi) yang tepat. Sekali lagi anda tidak bisa berkomunikasi dengan kebohongan-kebohong an. Karena komunikasi yang sebenarnya adalah kejujuran. Hal ini berlaku dimana saja. Dalam dunia kerja, dalam keluarga bahkan juga dalam cara anda berkomunikasi dengan konsumen anda. Termasuk di dalamnya dalam dunia promotion dan advertising. Anda boleh kreatif memainkan persepsi orang namun anda tidak boleh membohonginya. Salam Perubahan!   Oleh: Hari Subagya

*******

 

Share Button