Ketika program PS Licensed Trainer of HSI dipromosikan, sudah banyak alumni training SPS maupun non-alumni yang bertanya bagaimana caranya dan tahapannya untuk menjadi Licensed Trainer. Mereka sangat antusias untuk ikut belajar dan menjadi trainer. Tetapi ketika mengetahui nilai investasinya (yang bagi sebagian orang sangat murah) tak sedikit yang lalu bilang mau pikir-pikir dulu… Ada yang terang-terangan mengaku merasa kemahalan, sedang tidak punya uang, dlsb.

Nah, untuk Anda yang mengalami situasi seperti itu, saya bantu Anda dengan usulan cara di bawah ini.

Teman-teman dekat saya tahu, bahwa saya bisa memberikan training dengan nilai investasi lumayan tinggi, tetapi juga bisa priceless, artinya gratisan. Tapi tidak semua tahu bahwa yang saya berikan gratisan biasanya cuma 2 kategori:

Yang pertama, mereka yang memang sangat membutuhkan ilmunya dan sangat ingin belajar, namun sungguh tidak punya uang dan tidak punya sumber daya untuk mendapatkan uang. Misalnya sebagian anak-anak panti asuhan, orang-orang di kampung pedalaman, dlsb.

Yang kedua, mereka yang punya potensi dan prospek memberikan bisnis bagus kepada lembaga saya di masa depan. Dengan kata lain, saya sesungguhnya tengah berinvestasi pada mereka.

Jadi, Anda yang tidak mendapat fasilitas gratis atau ‘beasiswa’ tentunya tidak memenuhi kedua aspek ini. Dan ini artinya Anda beruntung, karena tidak akan punya hutang budi pada saya. Selain itu, saya juga tidak pernah memberikan kemudahan kepada orang yang saya anggap memiliki potensi hebat. Malah sebaliknya, saya kerap memberikan tantangan dan kritik padanya. Karena saya tahu orang ini ketika ditempa akan mampu menjadi Trainer mandiri yang hebat!

Maka, ketika saat ini dana pribadi Anda terbatas padahal Anda ingin sekali ikut paket training Licensed Public Speaking, ya pertama jangan minta kemudahan, kedua dana yang terbatas itu jangan dipakai untuk membayar training.

 

GUNAKAN SUMBERDAYA ANDA YANG HEBAT untuk membuat dana training datang sendiri kepada Anda! Caranya? Ada beberapa aspek yang perlu digarap:

Aspek Pertama, MINDSET perlu diperbaiki dalam dua hal dulu.

Perbaikan pertama untuk mindset: Ketika ingin mengikuti sebuah training yang nilai investasinya lumayan tinggi tetapi Anda yakin materinya sangat berharga dan penting untuk peningkatan kualitas diri dan profesi Anda, maka hargai program itu. Jangan pernah minta murah. Karena ada harga ada rupa.

Perbaikan kedua: Sadari, pertimbangkan dan rasakan bahwa soal mahal dan murah itu relative. Tergantung dari parameter mana Anda menilainya. Ketika Anda menilai dari sudut pandang ekonomi susah, maka harga suatu training akan terasa sangat mahal. Tapi jika Anda mengukur dari sudut pandang berkelimpahan dan optimistik terhadap masa depan, Anda akan merasa nilai investasi tersebut biasa saja bahkan murah.

 

Aspek Kedua, hal MOTIVASI: tekadkan diri bahwa setelah menguasai materi training tersebut Anda akan mengadakan beberapa kelas training yang harus mendatangkan income 5-10 kali lipat dari biaya training yang telah Anda keluarkan! Kemudian, tekadkan kehendak untuk bertindak sekuat tenaga melakukan hal-hal yang berguna bagi diri sendiri dan sesama agar uang mendatangi Anda.

 

Ketiga, setelah bertekad, inilah STRATEGI TINDAKAN yang dapat Anda gunakan agar uang datang pada Anda:

Cara #1: Anda tentu memiliki suatu keunggulan atau keahlian tertentu yang tidak setiap orang miliki. Misalnya, berbahasa inggris, matematika, menulis, mendesain, main gitar, menyanyi, dlsb. Jadi, Mengapa tidak ‘bagikan’ keahlian Anda ini kepada relasi Anda dengan meminta mereka memberikan sejumlah dana sebagai tanda terima kasihnya? Satu sesi 90 menit cukup minta diganti dengan dana sekecil Rp 100 – 300 ribu saja per sesi. Ketika Anda mendapatkan 10 klien dengan masing-masing 8 sesi, maka Anda akan mendapatkan total dana Rp 24 juta!

Di negara-negara maju hal mengajarkan keunggulan kepada orang lain sudah biasa hal ini dilakukan sejak muda khususnya di dunia kampus. Misalnya, ketika nilai seorang mahasiswa sangat bagus untuk mata kuliah tertentu, maka ia akan ditawari untuk mendapatkan uang saku dengan memberi les kepada mahasiswa lain!

Duluu sekali, dalam rangka mendapatkan tambahan uang untuk ikut berbagai training dan menambah dana kebutuhan harian, saya pun pernah menjadi guru les vocal, gitar dan bas, juga melatih berbagai paduan suara! Karena kelebihan saya di bidang seni ini.

Jadi, silakan tawarkan jasa Anda pada setiap teman dan kenalan yang Anda duga akan berminat. Selain itu, sekolah, sanggar, lembaga kursus, adalah tempat yang potensial untuk mendapatkan peserta yang banyak sekaligus.

 

Cara #2: Jika Anda punya teman dekat seorang pengusaha atau karyawan di level middle dan top management, mengapa Anda tidak meminta perusahaan mereka membiayai training yang akan Anda ikuti, lalu Anda menggantinya dengan mentraining karyawan mereka? Tunjukkan bahwa jika dihitung secara finansial, training yang akan Anda berikan nilainya bisa dua bahkan sepuluh kali lipat dari dana yang mereka keluarkan untuk membiayai Anda.

Ingat, dalam hal ini Anda bukan meminjam uang dari mereka atau perusahaan mereka. Tetapi Anda telah mendapatkan order training yang pembayaran lunas 100% pada 1-2 bulan di muka! Kerennn kan ya? J

 

Cara #3: Jika waktu sudah mepet sementara dana masih kurang. Walau saya tidak merekomendasikan, saya tidak melarang Anda untuk cari tambahan uang melalui jenis kegiatan yang tidak terkait dengan dunia yang ingin Anda geluti (untuk menjadi Trainer) yang penting halal. Misalnya, dengan menjadi driver online, melego barang bekas yang tidak terpakai lagi, dsb. Saya pernah dengar ada orang yang sampai melego mobilnya demi dapat mengikuti suatu training berkelas. Dan dia percaya setelah mentraining dia akan mampu membeli mobil yang jauh lebih mahal dan baguss!

Khusus untuk cara ketiga ini, saya tidak merekomendasikan karena aktivitasnya tidak terkait langsung dengan pengembangan sumberdaya diri Anda untuk menjadi Trainer. Dunia Trainer adalah hal mendidik dan melatih orang lain agar terkembang mindset, pengetahuan dan keterampilan mereka.

 

Adakah hambatan untuk Anda sukses mendapatkan dana training dengan modal Rp 0,- dengan strategi di atas ini? Ada! Mungkin dua saja: pertama Rasa gengsi dan malu; kedua, rasa malas.

Kalau Anda merasa gengsi dan malu, tanyakan pada diri sendiri: memangnya perasaan itu bisa membuat Anda memiliki banyak uang, sukses dan bahagia? Kalau Anda merasa malas, artinya Anda memang tidak benar-benar yakin bahwa training tersebut penting untuk Anda, atau Anda memang sebenarnya tidak ingin menjadi seorang Trainer hebat.

Sebaliknya, ketika Anda mau dan mampu melakukan dua cara di atas ini, manfaatnya ganda! Pertama Anda berhasil mengikuti training yang Anda butuhkan; kedua, Anda sudah mulai berlatih dan terlatih memarketingkan diri sendiri dan bernegosiasi. Sebab ketika Anda menjadi trainer nanti, Anda pun tetap harus memarketingkan diri sendiri, bahkan harus lebih cerdas dan gencar lagi.

 

SUKSESS!!!

FBS ~ di kaki Gn.Lokon

Share Button
http://publicspeaking.co.id/wp-content/uploads/2018/01/man-money.jpghttp://publicspeaking.co.id/wp-content/uploads/2018/01/man-money-150x150.jpgadminGeneral CommunicationKetika program PS Licensed Trainer of HSI dipromosikan, sudah banyak alumni training SPS maupun non-alumni yang bertanya bagaimana caranya dan tahapannya untuk menjadi Licensed Trainer. Mereka sangat antusias untuk ikut belajar dan menjadi trainer. Tetapi ketika mengetahui nilai investasinya (yang bagi sebagian orang sangat murah) tak sedikit yang lalu...website pembelajar public speaking indonesia