handgestureDalam sesi “Body Language – Stronger Presence” di kelas semi-private public speaking training untuk pengusaha, seorang peserta yang agak kesulitan dalam melatih hand gesture berkomentar, “Pak Frans, saya pernah diajarin bahwa kalau ngomong, gerak tangan kita nggak boleh aneh-aneh, harus natural. Gestur kita untuk memperjelas kata-kata yang kita ucapkan. Lha kok di sini malah kita diajarin untuk sengaja ngelatih gestur dengan posisi dan gaya yang bukan saya banget sih Pak? Apalagi pakai prinsip efektif dan efisien lagi… kayak ilmu manajemen aja Pak?” ujarnya sambil nyengir.

Beberapa peserta mendekat dan ikut menyimak.

“Pertanyaan sangat menarik Pak Bambang.” Sahut saya sambil tersenyum lebar. “Sebelum saya jawab, apa Pak Bambang sudah tahu kalau di kelas public speaking level basic, peserta dilatih untuk bicara di depan publik tanpa perlu banyak memikirkan gesture tubuh?” Pak Bambang mengangguk.

Saya melanjutkan, “Ya, karena yang penting adalah mereka mampu berbicara dengan penuh percaya diri dan lancar dalam menuturkan gagasan. Karena itu kadang latihannya mirip demonstran. Sampai harus berdiri di atas kursi dan teriak-teriak. Hehehe…”

Pak Bambang ikut tertawa sambil wajahnya masih menunjukkan rasa penasaran.

“Nah, kemudian di level lebih tinggi, seperti yang Pak Bambang pernah dapatkan, Bapak dilatih untuk berbicara di depan banyak orang secara natural dan nyaman, sehingga membuat audiens juga nyaman dan senang mendengarkan presentasi Anda. Betul?”

“Yes! Itu dia!” Sahut Pak Bambang cepat.

“Persis! Dan sayangnya itu levelnya masih intermediate.” Sambung saya. “Karena inilah, setelah Pak Bambang mahir bicara di depan publik dengan natural termasuk dalam hal body language, Bapak butuh kemampuan public speaking yang lebih tinggi lagi sekarang. Bapak butuh kemampuan komunikasi yang mempersuasi dan memotivasi setiap audiens Anda. Persuasi yang tidak sekedar melalui kata-kata saja, tapi terutama dengan bahasa tubuh Anda… Seperti Pak Bambang tahu, body language, kekuatan mentransfer pesannya jauh lebih besar ketimbang kata-kata pun suara kita. Betul ya Pak…?”

Pak Bambang mengangguk cepat sambil terdiam, mulutnya sampai lupa ditutup.

“Nah yang kita latih di level advanced ini adalah strategi bagaimana mengelola body language untuk mempersuasi audiens kita, bahkan sampai mereka ‘trance’. Sehingga kalau Anda bicara, mereka hanya fokus pada bahasan Anda dan abaikan hal-hal lain. Tanda-tandanya seperti… mengabaikan pesan atau telepon yang masuk ke hape mereka, abaikan rasa lapar, bahkan abaikan rasa ingin ke toilet!”

“Jadi, di sini ukurannya bukan lagi soal natural style kita atau bukan, elegan atau tidak elegan, santun atau tidak santun. Standarnya adalah: apakah gestur yang kita ekspresikan adalah yang paling efisien dan efektif dalam mempersuasi audiens kita. Dan supaya menjadi tampak natural, Anda perlu Latih dan Biasakan sejak Sekarang…”

Salam Komunikasi Cemerlang,

FB.

Share Button
adminAdvanced Public SpeakingBody Language  Dalam sesi “Body Language - Stronger Presence” di kelas semi-private public speaking training untuk pengusaha, seorang peserta yang agak kesulitan dalam melatih hand gesture berkomentar, “Pak Frans, saya pernah diajarin bahwa kalau ngomong, gerak tangan kita nggak boleh aneh-aneh, harus natural. Gestur kita untuk memperjelas kata-kata yang kita ucapkan....website pembelajar public speaking indonesia