Saya ingat salah satu teknik yang diajarkan dalam membantu trauma healing adalah mengajak klien untuk mengenali batasan antara dirinya dengan lingkungan luar dirinya. Yang dilakukan tahapan pertama adalah diajak untuk meraba dan merasakan permukaan tubuhnya dengan tujuan untuk melihat boundaries kontainer diri ini sehingga ia merasa aman karena menyadari adanya batasan antara dirinya dan luar dirinya.

Dalam hidup ini kita kadang lupa menyadari batasan dalam berbagai aspek, bahkan ada yang sulit menentukan batasan. contohnya klien saya hari ini yang kebanyakan membantu orang lain sehingga menggerogoti dirinya sendiri secara mental emosional, dan mulai muncul simptom prikosomatis. ia perlu membuat self boundaries, kita semua perlu membuat boundaries.

Dengan mengenal boundaries ini juga, kita tidak akan cross ke wilayah orang lain. saya jadi ingat ada teman kantor saya yang dibentak rekannya, “take care your own backyard.” maksudnya jangan ngurusin pekerjaanSS orang lain. Ia lupa, nyebrang dan atur-atur wilayah yang bukan kekuasaannya hehehe

Menyadari boundaries yang ada juga membuat kita tidak melanggar privasi orang lain. Apalagi di era digital ini, sepertinya ada saja celah. Hal ini dapat membuat orang lain sangat tidak nyaman. prinsip “perlakukan orang lain sebagaimana dirimu ingin diperlakukan” tetap berlaku hingga sekarang.

So, sadari batasan diri, ke dalam maupun ke luar. sehingga aman, damai, tidak ‘dijajah’ dan tidak ‘menjajah’

#Boundaries
#SelfHelp4HappyLife
#FionaWang
#IntegraInstitute

Share Button