Sebuah Alat Bantu Visual, entah itu video klip, flipchart (papan peraga), slide Power-Point, ataupun buku kerja berfungsi memperkuat pesan verbal seorang pembicara. Semakin beragam dan kaya pendekatan pembelajaran yang diberikan secara visual, besar kemungkinan audiens lebih mudah mengingat infomasi dan menikmati pengalaman belajar yang diberikan oleh pembicara. Oleh karenanya, memilih secara tepat Alat Bantu visual yang akan digunakan dalam proses presentasi sangat dianjurkan.

Terkait dengan Alat Bantu Visual, pada tulisan berikut ada 2 hal yang akan disharingkan. Pertama mengenai manfaat langsung yang bisa didapatkan apabila seorang pembicara menggunakan Alat Bantu Visual secara tepat. Kedua adalah panduan umum yang bisa diperhatikan ketika seorang pembicara ingin menggunakan Alat Bantu Visual sebagai pendukung kegiatan presentasinya.

 

Manfaat Alat Bantu Visual

Ada beberapa manfaat langsung yang bisa diberikan Alat Bantu Visual yang digunakan secara tepat:

Pertama, Alat Bantu Visual dapat membantu fokus audiens. Terlebih lagi jika dalam Alat Bantu Visual yang ditampilkan pembicara memuat kutipan menarik atau sebuah gambar yang memukau audiens.

Kedua, Alat Bantu Visual menguatkan poin-poin utama. Selain pesan yang disampaikan secara verbal, sebuah Alat Bantu Visual juga memberi penekanan ekstra terhadap gagasan si pembicara

Ketiga, merangsang ketertarikan dan partisipasi.

Keempat, mengilustrasikan poin-poin yang sulit dipahami

Kelima, membantu audiens tetap mengingat pesan. Hal ini sangat mungkin sebab lebih dari satu indra  audiens yang dilibatkan untuk menyerap informasi dari pembicara

 

Pedoman Umum

Catatan berikut ini bisa menjadi pertimbangan apabila seorang pembicara ingin menggunakan Alat Bantu Visual sebagai sarana yang membantu memperjelas gagasan mereka:

Pertama, pahami tujuan dalam menggunakan peralatan visual. Alat Bantu Visual yang digunakan dalam proses presentasi dalam Public Speaking harus memudahkan audiens untuk menangkap dan mengerti infomasi atau gagasan yang disampaikan seorang pembicara.

Kedua, pembicara dapat memberikan informasi-informasi yang menarik untuk diketahui audiens dalam lembar kerja atau buku kerja sebagai refrensi lanjutan yang dapat digunakan oleh audiens untuk memperdalam dan melengkapi proses belajar mereka.

Ketiga, alangkah baiknya menggunakan gambar foto, ilustrasi, diagram, grafik ataupun kartun untuk membuat poin-poin gagasan bisa langsung dimengerti/

Keempat, berilah judul untuk memandu audiens

Kelima, hindari penggunaan huruf kapital saja dalam slide. Sebab huruf kapital saja lebih sulit dibaca ketika ditampilkan pada layar. Lebih baik gunakan huruf besar dan kecil sebagaimana dalam penggunaan komunikasi tertulis lainnya.

Keenam, gunakan huruf maksimal dua tipe. Gunakan satu tipe huruf untuk judul dan satu lagi untuk teks isi. Aturan umumya adalah menggunakan tipe huruf serif (dengan kaki-kaki kecil di setiap huruf, misalnya tipe huruf Times Roman) untuk bagian isi, dan sebuah tipe huruf sans serif (tanpa kaki-kaki, seperti tipe huruf Arial, Helvetica atau Verdana) untuk judul. Sedangkan untuk slide Power Point, gunakan sebaliknya supaya lebih mudah dibaca. Gunakan huruf serif untuk judul dan sans serif untuk isi.

Ketujuh, hindari akronim dan jargon yang tidak dimengerti audiens

Kedelapan, Alat Bantu Visual jangan mendominasi presentasi. Maka letakan layar di sisi samping ruangan sehingga pembicara yang  tetap menguasai panggung.

Demikian dua topik penting yang bisa diperhatikan apabila seorang pembicara ingin menggunakan Alat Bantu Visual secara optimal. Semoga sharing informasi ini bermanfaat.

Sumber Gambar: google.com

Share Button
http://publicspeaking.co.id/wp-content/uploads/2017/07/perangkat-visual.jpghttp://publicspeaking.co.id/wp-content/uploads/2017/07/perangkat-visual-150x150.jpgAdminPublic SpeakingSebuah Alat Bantu Visual, entah itu video klip, flipchart (papan peraga), slide Power-Point, ataupun buku kerja berfungsi memperkuat pesan verbal seorang pembicara. Semakin beragam dan kaya pendekatan pembelajaran yang diberikan secara visual, besar kemungkinan audiens lebih mudah mengingat infomasi dan menikmati pengalaman belajar yang diberikan oleh pembicara. Oleh karenanya,...website pembelajar public speaking indonesia